Halaman

Minggu, 22 April 2012

Kasih Sayang dalam Islam

Kasih Sayang dalam Islam

1. Kasih sayang sebagai jalan memperoleh rahmat Allah
حَدِيثُ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَا يَرْحَمِ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ 
Diriwayatkan daripada Jarir bin Abdullah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Siapa yang tidak menyayangi sesama manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5554)

2. Teladan Rasulullah saw
حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : دَخَلْنَا عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حِينَ قَدِمَ مُعَاوِيَةُ إِلَى الْكُوفَةِ فَذَكَرَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا 
Hadis Abdullah bin Amr r.a katanya: Ketika Muawiyah berkunjung ke Kufah, maka Abdullah bin Amr bercerita tentang Rasulullah s.a.w katanya: Rasulullah s.a.w tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat perkara keji. Beliau juga berkata: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang paling baik budi pekertinya (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5575)
حَدِيثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَاللَّهِ مَا قَالَ لِي أُفٍّ قَطُّ وَلَا قَالَ لِي لِشَيْءٍ لِمَ فَعَلْتَ كَذَا وَهَلَّا فَعَلْتَ كَذَا 
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya : Aku pernah melayani Rasulullah s.a.w selama sepuluh tahun. Demi Allah, baginda sama sekali tidak pernah mengatakan kepadaku : His! Baginda tidak pernah mengatakan kepadaku karena sesuatu yang aku lakukan : Kenapa kamu kerjakan itu? Tidakkah kamu seharusnya mengerjakan ini (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5578)

3. Kelembutan Sebagai Kunci Segala Kebaikan
حَدِيثُ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لَا يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ 
Diriwayatkan daripada Aisyah r.a isteri Nabi s.a.w katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia suka akan kelembutan. Allah akan memberikan balasan dari kelembutan yang tidak diberikan kepada sikap keras dan kasar serta selainnya (HR Bukhory, Kitab Istitabah Al Murtadin, Hadits No.6415)

4. Sikap Melindungi Kaum Wanita
حَدِيثُ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ وَغُلَامٌ أَسْوَدُ يُقَالُ لَهُ أَنْجَشَةُ يَحْدُو فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَنْجَشَةُ رُوَيْدَكَ سَوْقًا بِالْقَوَارِيرِ * 
Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah di dalam perjalanannya berkata kepada seorang pelayan berkulit hitam bernama Anjasyah yang sedang memandu kenderaan yang dinaiki oleh isteri-isteri Nabi. Maka Rasulullah s.a.w bersabda kepadanya: Wahai Anjasyah! Perlahankanlah kenderaan. Berlaku lembutlah kepada kaum wanita (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5683)

5. Praktek Kasih sayang dalam kehidupan mukminin
حَدِيثُ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا 
Diriwayatkan daripada Abu Musa r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana sebahagiannya menguatkan sebahagian yang lain (H.R. Bukhory, Kitab Ash Sholah, Hadits No.459)
حَدِيثُ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Diriwayatkan daripada Nu'man bin Basyir r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal berkasih sayang dan saling cinta-mencintai adalah seperti sebatang tubuh. Apabila salah satu anggotanya mengadu kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit dengan panas dan demam (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5552)
حَدِيثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا وَلَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثٍ 
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Janganlah kamu saling benci membenci, dengki mendengki dan sindir menyindir. Jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Haram seseorang muslim berkelahi dengan saudaranya lebih dari tiga hari lamanya (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5605)
حَدِيثُ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَلْتَقِيَانِ فَيُعْرِضُ هَذَا وَيُعْرِضُ هَذَا وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ 
Diriwayatkan daripada Abu Ayub al-Ansari r.a katanya: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Haram bagi seseorang muslim bertengkar dengan saudaranya lebih dari tiga malam, apabila keduanya bertemu saling memalingkan mukanya. Sementara itu, yang terbaik di antara keduanya adalah mereka yang mulai mengucapkan salam (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5613)

6. Pelihara Etika Komunikasi
حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا 
Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya Sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda: Janganlah kamu berbicara dengan ucapan yang buruk, janganlah kamu sindir menyindir, janganlah kamu memperdengarkan khabar orang lain dan janganlah sebahagian kamu menjual atas jualan sebahagian yang lain. Sementara itu, jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5606)
يَا عَائِشَةُ إِنَّ شَرَّ النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ وَدَعَهُ أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ فُحْشِهِ 
Baginda bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya orang yang kedudukannya paling buruk di sisi Allah pada Hari Kiamat kelak ialah orang yang di jauhi atau orang yang ditinggalkan oleh orang ramai karena mereka takut akan kejahatannya (orang yang buruk perkataan dan perbuatannya) (H.R. Bukhory, Kitab Adab, Hadits No.5572)

7. Rasa sayang terhadap lawan jenis adalah fithrah
زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة والأنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا والله عنده حسن المآب
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS Ali Imran (3) : 14)
36
8. Pernikahan adalah cara halal menyalurkan rasa sayang yang terpendam
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذلك لآيات لقوم يتفكرون
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS Ar-Rum (30) 21)

Salahuddin Al-Ayubi

Salahuddin Al-Ayubi

Sahabatku,pernah dengar nama Saladin..!!!kalau sahabatku pernah melihat Film Kingdom of Heaven pasti tidak asing degan nama saladin..Hmm Saladin..ya sebuah nama itulah yang menggelegar saat perang salib bagai auman singa ditengah keheningan padang pasir..

Salahudin Al-Ayubi atau Sholahuddin Yusuf bin Ayyub atau yang terkenal dengan nama Saladin/salahadin(menurut lafald orang barat),nama itulah kini yang telah membakar semangat kaum muslim untuk kembali merebut kembali tanah suci Paletina,,,Sahabatku Sebenarnya Salahudin Al-Ayubi lahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi,..Salahudin Al-Ayubi seorang Jendral dan panglima perang kaum muslim saat itu telah berhasil merebut Palestina setelah 88 tahun lamanya dikuasai tentara Salib dengan memakai momentum Kelahiran Nabi Muhammad SAW / Maulid, Pada mulanya, maulid Nabi diperingati di wilayah Suriah Utara untuk membangkitkan kembali semangat juang umat Islam. Ternyata peringatan maulid ini berhasil membangkitkan roh jihad, sehingga kemudian diperluas pelaksanaannya di seluruh kekuasaan Islam. Sempat mendapat tantangan dari para ulama dan menyebut peringatan maulid sebagai sesuatu yang bid’ah. Namun, ia meyakinkan bahwa peringatan maulid bukanlah ritual peribadatan, melainkan momentum membangkitkan girah dan semangat juang. Sebagai Khadimul Haramain (pelayan kota suci Mekah dan Madinah), Salahuddin bahkan selalu mengingatkan jemaah haji untuk merayakan maulid sesampainya di tanah air masing-masing,ternyata cara itu tidaklah sia-sia sahabatku, Kaum muslim saat itu terbakar dengan api kecintaan untuk membebaskan tanah suci Palestina.saat itu ,

Pada tahun 1175 Salahudin menjadi Sultan bagi kekhalifahan Suriah dan Mesir saat itu dia menghendaki akan merebut kembali tanah palestina namun salahudin tetap menginginkan perdamaian dalam perebutan Palestin meskipun dia sadar dan yakin bahwa akan memenangkan Pertempuran melawan tentara salib yang saat itu dipimpinan Guy de lusignan raja Yerussalem maka terjadilah gencatan senjata antara Salahudin Al-Ayubi dengan Raja Guy de lusignan. Sampai suatu saat terjadi sebuah peristiwa yang mengharusakn berhenti dari genjatan senjata itu..
Sebuah penyerangan rombongan peziarah dari khairo yang akan menuju Damaskus dibantai habis oleh Reginald de Chattillon, penguasa kastil di Kerak yang juga merupakan bagian dari kerajaan Yerusalem. rombongan yang akan menunaikan ibadah haji ini juga membawa saudara perempuan Salahuddin. Pengawal kafilah dibantai dan anggota rombongan ditahan, termasuk saudara perempuan Salahuddin. Dengan demikian, gencatan senjata berakhir dengan kejadian itu.
Pada Maret 1187, setelah bulan suci Ramadhan, Salahuddin menyerukan Jihad. Pasukan muslim mulai bergerak, menaklukkan satu persatu benteng-benteng pasukan kristen. Puncak kegemilangan Salahuddin terjadi pada pertempuran di kawasan Hattin atau dikenal dengan "Pertempuran Hattin".
sepasukan muslim menggerebek 12 tenda prajurit kristen, termasuk tenda kerajaan Raja Richard I, di luar benteng kota Jaffa. Richard yang terusik segera bangun dan bersiap bertempur. Pasukannya kalah jumlah, 1:4. Tak peduli, Richard berjalan kaki mengikuti pasukannya menyongsong musuh.

Salahuddin yang melihatnya, berguman dengan tenang pada saudaranya, al-Malik al-Adil, “Bagaimana mungkin seorang raja berjalan kaki bersama prajuritnya? Pergilah, ambil dua kuda Arab ini dan berikan padanya. Katakan padanya, aku yang mengirimkan untuknya. Seorang laki-laki sehebat dia tidak seharusnya berada di tempat ini dengan berjalan kaki.”

13 Juli, 25.000 tentara muslim mengepung tentara kristen yang berjumlah sedikit lebih besar, di daerah pegunungan Hattin . Pasukan muslim terdiri dari 12.000 kavaleri(pasukan utama, menunggang kuda Yaman yang gesit) dan sisanya infantri. Mereka juga menggunakan pakaian katun ringan yang disebut kazaghand, untuk meminimalisir panas terik padang pasir.
Sementara pasukan kristen dibagi dalam tiga bagian. Bagian depan pasukan terdiri dari ordo (kristen) Hospitaler yang dipimpin Raymond dari Tripoli. Bagian tengah terdiri dari batalion kerajaan yang dipimpin oleh Raja Guy de Lusignan yang membawa Salib Sejati sebagai jimat pasukan. Bagian belakang terdiri dari ordo (kristen) Templar yang dipimpin oleh Balian dari Ibelin(Bintang Utama Film Kingdom of Heaven...ehehe) Seperti lazimnya tentara dari Eropa, mereka semua mengenakan baju zirah besi.

Mengerti situasi musuh seperti itu Salahudin memanfaatkan celah-celah ini. Malam harinya, pasukannya membakar rumpus kering di sekeliling pasukan kristen yang sudah sangat kepanasan dan kehabisan air. Keesokan harinya, Salahuddin membagikan anak panah tambahan pada pasukan kavaleri. Gunanya untuk membabat habis kuda-kuda tunggangan musuh. Tanga kuda dan payah karena kepanasan, pasukan kristen tampak menyedihkan Akibatnya sungguh mengenaskan bagi pasukan kristen. Hampir semua pasukan terbunuh. Raymond dari Tripoli dan Balian dari Ibelin berhasil lolos. Namun Raja Guy dan Reginald de Chatillon berhasil ditangkap. Jimat Salib Suci berhasil direbut pasukan muslim dan dibawa ke Damaskus sebagai barang rampasan. Terhadap semua tawanannya, Salahuddin memberi dua pilihan " Menerima Islam dan dibebaskan atau menolak tapi dieksekusi" Chatillon yang menolak langsung dipancung. Namun pilihan itu tidak herlaku bagi Raja Guy. Salahuddin memberi alasan, “Sesama raja tidak boleh saling membunuh!”...Subhanallah sungguh naluri seorang pemimpin yang adil

Dari Hattin, Salahuddin bergerak membebaskan kota-kota Acre, Beirut dan Sidon di Utara. Dia juga bergerak membebaskan Jaffa, Caesarea, Arsuf hingga Ascalon di Selatan. Sekarang saatnya membebaskan kota impian, kota suci Yerusalem. Dalam membebaskan kota-kota tersebut,sekali lagi Salahuddin senantiasa mengedepankan jalan perdamain dengan memberikan opsi yaitu" penyerahan kota secara sukarela, daripada pasukannya menyerbu kota".Pasukan Salahuddin mulai mengepung Yerusalem pads tanggal 26 September. Saat itu pasukan kristen di kota suci dipimpin oleh Balian dari Obelin dan mempertahankan kota dengan gigih. Namun pada tanggal 30 September, Salahuddin menerima tawaran perdamaian Balian. Yerusalem diserahkan dan orang kristen dibebaskan dengan tebusan tertentu( Salah satu adegan Film Kingdom of Heaven).

Salahuddin menunda masuk ke kota suci selama dua hari, menunggu hingga tanggal 2 Oktober 1187 atau bertepatan dengan tanggal 27 Rajah 583 H. Tanggal itu merupakan tanggal saat Nabi Muhammad SAW melakukan mikraj (perjalanan menembus langit untuk bertemu Allah SWT) dari Masjid al-Aqsa yang terdapat di Yerusalem. Salahudin pun menunjukkan sikap yang bijaksana terhadap para pengenut agama Nasrani maupun yahudi dengan tidak menghancurkan tempat pribadatan mereka serta mempersilahkan mereka beribadah sesuai keyakinan masing-masing dengan perkataannya"Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain!”

Tidak seperti yang lain salahudin pun tidak tinggal dikediaman yang ewah akan tetapi hanya tinggal di masjid kecil bernama Al-Khanagah di Via (jalan Do-lorossa, dekat Gereja Makam Suci. Kantornya terdiri dari dua ruangan berpene¬rangan minim yang luasnya nyaris talc mampu menampung 6 orang yang duduk berkeliling)

Salahuddin meninggal pada 4 Maret 1193 di Damaskus. sekali lagi Slahudin pun menunjukkan sikap sederhananya dimana diketahui ketika Para pengurus jenazahnya sempat terheran karena ternyata Salahuddin tidak mempunyai harta. Ia hanya mempunyai selembar kain kafan lusuh yang selalu dibawanya dalam setiap perjalanan dan uang senilai 66 dirham Nasirian (mata uang Suriah waktu itu) di dalam kotak besinya. Untuk mengurus penguburan panglima alim tersebut, mereka harus berhutang terlebih dahulu.

Seorang Salahudin Al-Ayubi kini telah dikenal diberbagai pelosok dunia Sahabatku,Dengan keimanannya dia sanggup mengalahkan kekuatan tentara salib yang kokoh,Dengan Kecintaanya akan Allah dan Rosulnya dia telah membakar semangat para kaum muslimin untuk senantiasa berjuanag menegakkan kalimat Laa Illa Haa Illallah Muhammadar Rosullulah ^_____________^

PERKARA YANG AMAT DIBENCI ALLAH PADA SEORANG WANITA

PERKARA YANG AMAT DIBENCI ALLAH PADA SEORANG WANITA
1. Kepada wanita yang tidak menutup aurat Allah berfirman," Hiduplah dengan apa yang kau suka."

2. Allah melaknati wanita yang sengaja mendedahkan auratnya kepada lelaki yang bukan muhrim.

3. Perempuan yang memakai kain yang tipis/jarang untuk menarik perhatian lelaki bukan muhrim atau memakai segala yang mendatangkan kegairahan kepada orang lain maka dia tidak akan mencium bau syurga.

4. Wanita yang jahat lebih buruk dari 1000 orang lelaki yang jahat.

Pengorbanan seorang wanita amat dihargai oleh Allah & rasulnya. Cuma kita kurang mengetahui kelebihan yang dikurniakan kepada kita semua. Sehinggakan hari ini manusia Islam mencari sesuatu selain dari agama karena merasa pengorbanan mereka tidak dihargai. Dan mereka turut mnggaungkan persamaan hak seperti di barat. Ini semua bukanlah salah mereka...tetapi kitalah yang bersalah karena kita lupa bahwa kita ini umat yang dianugerah kan dengan tugas kenabian. Memberi harapan & bimbingan kepada manusia...

WANITA yang DIMURKAI OLEH ALLLAH

Sebagaimana Allah suka dengan wanita yang yang solehah, Allah juga sangat murka kepada beberapa jenis wanita.

Oleh karena itu sangat perlu bagi kita mengetahui perkara yang boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dari kemurkaannya. Kemurkaan Allah pada hari kiamat sangat dahsyat sehingga para Nabi pun sangat takut. Bahkan Nabi Ibrahim pun lupa bahwa dia mempunyai anak yang bernama Nabi Ismail karena ketakutan yang amat sangat.

Abu Zar r.a meriwayatkan bahwa Nabi s.a.w bersabda: "Seorang wanita yang berkata kepada suaminya, "semoga engkau mendapat kutukan Allah" maka dia dikutuk oleh Allah dari atas langit yang ke7 & mengutuk pula segala sesuatu yang dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk yaitu manusia & jin."

Ab.Rahman bin Auf meriwayatkan bahwa Nabi s.a.w bersabda: "Seorang yang membuat susah kepada suaminya dlm hal belanja atau membebani sesuatu yang suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib & sunnatnya."

Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahwa Nabi s.a.w bersabda: "Kalau seandainya apa yang ada dibumi ini merupakan emas & perak serta dibawa oleh seorang wanita kerumah suaminya dan kemudian pada suatu hari dia terlontar kata2 angkuh,"engkau ini siapa? Semua harta ini milikku & engkau tidak punya harta apa pun." Maka hapuslah semua amal kebaikannya walaupun banyak.

Nabi s.a.w adalah seorang yang sangat kasih pada ummatnya & terlalu menginginkan keselamatan bagi kita dari azab Allah. Beliau menghadapi segala rupa penderitaan, kesakitan ,keletihan & tekanan.Begitu juga air mata & darah baginda telah mengalir semata-mata karena kasih-sayangnya terhadap kita. Maka lebih-lebih lagi kita sendirilah yang wajar berusaha untuk menyelamatkan diri kita,keluarga kita & seluruh ummat baginda.

Sebagai penutup ikutilah kisah seterusnya ini sebagai ikhtibar bagi kita.

Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut: "Saya bersama Fatimah berkunjung kerumah Rasulullah & kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau,"mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "pada malam aku di Isra'kan kelangit, daku melihat orang sedang mengalami berbagai penyiksaan. Maka bila teringatkan mereka aku menangis." Saya bertanya lagi,"wahai Rasulullah apakah yang tuan lihat?" Beliau bersabda:

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya & otak kepalanya mendidih.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangannya dipaut dari punggungnya sedangkan aspal yang mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.

4. Wanita yang digantung , diikat kedua kaki & tangannya ke arah ubun-ubun kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular & kalajengking.

5. Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yang menyala-nyala dengan hebatnya.

6. Wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.

7. Wanita yang bermuka hitam & memakan ususnya sendiri.

8. Wanita yang tuli, buta & bisu dalam peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung, telinga, mulut) & badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi & keledai yang mendapat berjuta jenis siksaan.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,"Wahai ayahku, cahaya mata kesayanganku... ceritakanlah kepada ku apakah amal perbuatan wanita2 itu." Rasulullah s.a.w bersabda, "Wahai Fatimah, adapun tentang :

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya karena dia tidak menjaga rambutnya (tidak memakai jilbab) dikalangan lelaki.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya karena dia menyakiti hati suaminya dengan kata-katanya.

3. Kemudian Nabi s.a.w bersabda: "Tidak seorang wanita yang menyakiti hati suaminya melalui kata2nya kecuali Allah akan membuatnya mulutnya kelak dihari kiamat, selebar 70 zira' kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.

4. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya karena dia menyusui anak orang lain tanpa izin suaminya.

5. Adapun wanita yang diikat dengan kaki & tangannya itu karena dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dari haidh & nifas.

6. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri karena suka bersolek untuk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban orang.

7. Adapun wanita yang memotong badannya sendiri dengan gunting dari neraka karena dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang yang banyak dengan maksud supaya orang melihat perhiasannya dan setiap orang jatuh cinta padanya karena melihat perhisannya.

8. Adapun wanita yang diikat kedua kaki & tangannya sampai ke ubun-ubunnya & dibelit oleh ular & kalajengking karena dia mampu mengerjakan solat & puasa. Tetapi dia tidak mau berwudhuk & tidak sholat serta tidak mau mandi wajib.

9. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi & badannya seperti keledai karena dia suka mengadu-domba (melaga-lagakan orang) serta berdusta.

10. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing karena dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dan ada diantara isteri nabi2 yang mati dlm keadaan tidak beriman karena mempunyai sifat yang buruk. Walaupun mereka adalah isteri manusia yang terbaik dizaman itu. Diantara sifat buruk mereka:

1. Isteri Nabi Nuh suka mengejek & mengutuk suaminya.

2. Isteri nabi Luth suka bertandang ke rumah orang.

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Kalau kita tidak merasa takut atau merasa perlu berubah... maka kita harus hawatir .Takut kita tergolong dalam mereka yang tidak diberi petunjuk oleh Allah. Nauzubillahi min zalik.

Jumat, 20 April 2012

KEUTAMAAN HARI JUM'AT

1. Hari Terbaik Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada:

"Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada

2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda:

" Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)
Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya. Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan:

"Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya". (Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga. Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat:

"Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5. Hari besar yang berulang setiap pekan. Ibnu Abbas berkata : Rasulullah bersabda:

"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu ......". (HR. Ibnu Majah)

6. Hari dihapuskannya dosa-dosa Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda:

"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda:

"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.
Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah bersabda:
"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

Semoga Bermanfaat~~~~ :D

Kamis, 19 April 2012

Umroh


Alangkah Bahagianya Calon Suamiku

Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu…





Muslimahzone.com – Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

“Wahai saudaraku Zahid”¦.selama ini engkau sendiri saja,” Rasulullah SAW menyapa.

“Allah bersamaku ya Rasulullah,” kata Zahid.

“Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,” kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, “Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?”

” Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!” kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

“Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku.”

Said menjawab, “Adalah suatu kehormatan buatku.”

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, “Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?”

Zahid menjawab, “Apakah engkau pernah melihat aku berbohong?.”

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, “Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini?. bukankah lebih disuruh masuk?”

“Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya,” kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, “Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah.!” dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, “Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau, bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.”

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, “Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?”

Akhirnya Said berkata, “Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah.”

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)”

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

“Bagaimana Zahid?”

“Alhamdulillah diterima ya rasul,” jawab Zahid.

“Sudah ada persiapan?”

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, “Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.”

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, “Ada apa ini?”

Sahabat menjawab, “Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?”.

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, “Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus.”

Para sahabat menasehatinya, “Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?”

Zahid menjawab dengan tegas, “Itu tidak mungkin!”

Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata, “Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.”

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154). “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS 3: 169-170).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, “Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.”

HIKMAH

Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, “Untuk Allah di atas segalanya, and die as syuhada.”

Jazakumullah.

source: huzaifah site

foto ilustrasi; Abu Ibrahim al -Mujahid

(Muslimahzone.com)

Minggu, 15 April 2012

Nasehat Untuk Para Gadis

Nasehat Untuk Para Gadis

Anda sebagai seorang gadis dalam ruang lingkup keluarga, dalam bingkai rumah tangga dan dalam banguan istana pernikahan menempati posisi strtegis, memegang peran sentral dan menggengam jabatan penting, sekalipun bukan yang paling, hal itu karena Anda sebagai seorang gadis adalah calon ratu dalam bangunan rumah baru atau calon permaisuri dalam istana baru. Benar, Anda adalah istri masa datang yang menjadi separuh nyawa bagi ikatan sebuah perkawinan, yang menjadi setengah jiwa bagi talian pernikahan. Dan Anda adalah ibu masa depan dalam sebuah bangunan keluarga, pemegang kendali bagi segala urusan anak-anaknya.

Melihat dan mempertimbangkan posisimu yang strategis dan peranmu yang utama, maka mempersiapkan gadis sepertimu sebagai seorang ratu dan permaisuri dalam istana rumah tangga oleh pihak-pihak yang berwenang dan berkepentingan merupakan perkaradharuri,urgen dan penting. Di sisi yang lain upayamu sebagai seorang gadis muslimah dalam rangka menempa dan mempersiapkan diri untuk membangun rumah baru di mana kamu akan menjadi belahan nyawa dan setengah jiwanya merupakan perkara mendasar yang tidak ditawar.

Satu kenyataan yang tidak dipungkiri bahwa seorang istri atau ibu, dan dia sebelumnya adalah seorang gadis, merupakan jangkar penyeimbang bagi rumah tangga, ibarat kapal berlayar yang ada saatnya untuk istirahat melepaskan penat, dan pada sat itu jangkar mengambil perannya mengistirahatkan kapal sekaligus menyeimbangkan penumpangnya, demikianlah istri atau ibu dalam bangunan rumah tangga, rumah tangga berjalan, kadang lamban, kadang cepat dan kadang ngebut, tetapi di sela-sela semua itu ada saat-saat di mana rumah harus istirahat, suami kepada istri dan anak-anak kepada ibu, dan istri atau ibu itu adalah kamu, mungkin saat ini belum tetapi satu hari nanti tanpa kamu bisa berlari.

Rumah tangga sebagai istri dan ibu

Sebuah masa depan di mana Anda sangat sulit kalau bukan mustahil untuk menolaknya, sulit bagi Anda sebagai gadis untuk ngeles, menghindar darinya. Silakan Anda sebagai seorang gadis terbang sejauh-jauhnya, tetapi suatu saat nanti Anda akan tetap memasuki pintu rumah tangga. Silakan Anda sebagai gadis menunda-nunda dan mengulur-ulur demi mempertahankan status sebagai gadis -biasanya menunda atau mengulur dalam kamus seorang gadis bukan karena disengaja, akan tetapi karena belum atau tidak laku- tetapi suatu hari nanti benang pernikahan akan mengikat kedua tangan dan kedua kakimu.

Anda bisa saja berdalih dengan dalil yang sering didegung-degungkan oleh sebagian wanita yang memproklamirkan diri sebagai aktifis perempuan pembela hak-hak perempuan dan aktifis emansipasi, “Saya sudah berbahagia sekalipun tidak menikah, jadi untuk apa saya menikah?” Saya berkata kepada siapa yang mengucapkan kata-kata di atas atau yang sepetinya, “Anda tidak menikah karena telah merasa benar-benar bahagia atau karena tidak laku?” Saya kok meraba yang kedua. Mudah-mudahan benar rabaan saya.

Saya katakan kepadamu wahai gadis, jangan terkecoh, jangan tertipu dan jangan keblinger dengan kata-kata semacam ini, karena ia hanya fatamorgana yang mengelabuhi, kebahagiaannya adalah kebahagiaan semu alias palsu belaka, bukan kebahagiaan sejati. Kalau ia memang kebahagiaan sebenarnya maka alangkah sengsaranya para wanita yang menikah yang mana jumlah mereka tidak berbanding dengan wanita yang tidak menikah, benar bukan? Kalau kata-kata itu benar niscaya di dunia ini tidak ada pernikahan. Orang yang mengucapkannya memang tidak menikah sehingga dia tidak merasakan kebahagiaan pernikahan.

Saya berani bertaruh denganmu wahai gadis, bertaruh apa ya? Janganlah, bertaruh kan tidak boleh. Maksud saya, saya benar-benar yakin bahwa kebahagiaanmu sebagai seorang gadis, sekalipun kamu berpendidikan setinggi langit, berkedudukan paling terhormat di jagat raya, berharta melebihi Qarun, kebahagiaanmu terwujud manakala kamu telah resmi berubah status menjadi istri fulan dan kebahagiaan ini akan lebih sempurna manakala statusmu meningkat menjadi Ummi fulan.

Katakan dengan jujur, benarkan apa yang saya katakan? Benar, kalau tidak benar buat apa banyak para gadis dalam usiamu ngider, bolak-balik ngalor-ngidul untuk mencari teman spesial –saya hanya mengatakan kenyataan bukan membenarkan- dan kalau sudah dapat maka keduanya runtang-runtungberdua ke sana ke mari? Karena di sana kamu menemukan sebuah kebahagiaan, kebahagiaan yang akan membuat hatimu berbunga-bunga mengalahkan bunga taman Monas manakala gacoanmu itu datang menyodorkan tawaran resmi untuk menjadikanmu sebagai belahan jiwanya.

Semua itu membenarkan apa yang saya katakan, bahwa terminal akhir kehidupan seorang gadis sepertimu di mana di sanalah kebahagiaan baginya secara utuh dan sempurna terealisasikan melalui gerbang pernikahan ketika dia berani memberikan kegadisannya demi harapan besar berupa kebahagiaan.


Saya yakin bahwa kamu mendambakan sebuah mahligai pernikahan dan sebuah bangunan rumah tangga yang kokoh dan bahagia, penuh cinta kasih dan kedamaian, tetapi saya belum yakin dirimu mengetahui formula dan landasan dari apa yang kamu idam-idamkan itu. Sebagian dari gadis-gadis sepertimu melihat bahwa kebahagiaan mahligai pernikahan hanya bertumpu di atas melimpahnya materi, kalau suami banyak duit, dari kalangan hartawan. Saya tidak memungkiri hal itu, duit atau fulus memang bisa membuat orang bahagia, namun kamu pun juga mesti mengetahui bahwa tidak semua hartawan hidup bahagia, tidak selamanya uang itu membahagiakan, sebaliknya tidak sedikit orang yang berbahagia sekalipun uangnya terbatas. Hidup memang perlu uang tetapi kalau ia satu-satunya kunci kebahagiaan maka tidak lha ya.

Pijakan kebahagiaan sejati adalah keshalihan, orang yang shalih adalah orang yang berbahagia, tentu kebahagiaannya tidak mungkin dirasakan kecuali oleh dirinya atau oleh orang sepertinya, orang lain yang bukan sepertinya tidak akan merasakannya.

وَلَسْتُ أَرَى السَعَادَةَ جَمْعَ مَا لٍ وَلَكِنَّ التَقِيَّ هُوَ السَعِيْدُ
“Saya tidak melihat kebahagiaan pada mengumpulkan harta
Akan tetapi orang yang bertakwalah orang yang berbahagia.”

Inilah kebahagiaan hakiki dan ketenangan sejati, memelihara dan menjaganya lebih mudah daripada memelihara dan menjaga harta, kalau harta bisa lenyap dan bisa hilang, maka kebahagiaan ikut lenyap dan hilang, itu kalau bahagia diukur dengan harta, namun keshalihan seseorang akan terus bersamanya tidak akan lenyap, sebab salah satu bukti dari keshalihan adalah menjaga keshalihan itu sendiri, sehingga selama ia ada selama itu kebahagiaan pun tetap ada.

Sekarang kembali kepada dirimu, sudahkah kamu mempersiapkan yang satu ini dan berusaha untuk meraihnya? Kalau belum buruan, nanti ketinggalan dan kalau sudah ketinggalan susah menyusulnya, karena merubah diri itu susah sekali. Seandainya Anda sudah menjadi gadis baik, gadis shalihah sejak muda maka tinggal mempertahankannya, sebaliknya kalau kamu sudah kadung nakal dan bengal maka sulit merubahnya, banyak tantangan untuk menuju ke arah perubahan kepada kebaikan, itu yang sulit.

Barangkali kamu belum tahu keutamaan anak muda yang tumbuh dalam ketaatan dan ibadah kepada Allah, jika belum maka saya beritahu bahwa Rasulullah saw memasukkan anak muda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah ke dalam tujuh kelompok manusia yang diberi lindungan oleh Allah di hari di mana saat itu hanya ada perlindunganNya.


سَبْعَةً يُظِلُّهُمُ الله فيِ ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إلا ظِلُّهُ....وَشَا بً نَشَأَ فيِ عِبَادَةِ الله

“Tujuh golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah di hari di mana tidak ada perlindungan kecuali perlindunganNya….Dan anak muda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah.” Muttafaq alaihi dari Abu Hurairah.

Saya berharap kamu sudah menjadi gadis yang shalihah, tapi tunggu dulu. Keshalihan seseorang itu ada tandanya, ada buktinya. Kalau kamu sebagai gadis, maka keshalihanmu ditandai dengan ketaatanmu kepada Allah dan rasulNya, sejauh mana nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam terpancar dalam keseharianmu, jilbab syar'i yang merupakan identitas muslimah dewasa harus terlihat pada dirimu, perilaku keseharian harus terukur dengan timbangan syariat. Garis besarnya, perintah agama dilaksanakan dan larangannya dijauhi.

Termasuk pendukung menjadi shalih adalah ilmu agama yang lurus dan benar, dengannya kamu mengetahui agamamu dan selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tanpanya sulit seseorang menjadi shalih. Sekarang, adakah minat dan semangat Anda ke arah ini sebagai bekal diri menjadi istri yang shalihah atau ibu yang shalihah? Saya berharap ada.


Sekalipun perjalanan hidupmu menuju ke jenjang pernikahan, meskipun langkah kakimu terayun ke tangga perkawinan, tidak berarti kamu menempuhnya dengan membabi buta dan menitinya secara serampangan tanpa mengindahkan kaidah-kaidah agama dan tanpa menghiraukan rambu-rambu syariat.

Sebagai gadis muslimah yang shalihah, Anda tetap kudu berjalan di atas rel agama yang Anda yakini, rel yang mengatur hubungan laki-laki dengan wanita, gadis dengan jejaka yang belum terikat tali pernikahan. Jangan terbawa dan tergiur oleh kelakuan kebanyakan gadis yang gatal, dengan dalih mewujudkan kecocokan dan saling pengertian, dia menjalin hubungan pranikah dengan seorang laki-laki yang lazim disebut dengan berpacaran, dan karena yang dicari adalah kecocokan dan saling pengertian maka dia tidak akan pernah menemukannya dalam masa pacaran tersebut, karena tempat kecocokan dan saling pengertian bukan di lahan pacaran akan tetapi di ladang pernikahan.

Pacaran dalam kamus muda-mudi saat ini adalah cara terburuk setelah ‘kecelakaan’ untuk mengawali sebuah mahligai pernikahan, karena: Pertama, ia merupakan pelanggaran terhadap rambu-rambu syariat, tidak ada cara pacaran kecuali ia mengandung pelanggaran: jalan-jalan berdua, berkendara berdua, duduk-duduk berdua, makan-makan berdua dan seterusnya, padahal keduanya belum diikat oleh pernikahan. Kedua, kebohongan dan kepura-puraan, berusaha saling menutupi kekurangan dengan selalu menampakkan kebaikan, biasalah demi menyenangkan pasangan yang takut akan kabur, termasuk dalam cinta, cinta pacaran adalah cinta palsu dan pura-pura, karena cinta sejati hanya akan hadir pasca pernikahan.

Allah Ta'ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum: 21).

Perhatikan, “Supaya kamu cenderung…..dan seterunya.” dijadikan oleh Allah setelah terjadinya pernikahan bukan sebelumnya. Ini berarti kalau ada kecenderungan dan merasa tenteram serta rasa kasih sayang sebelum pernikahan maka ia hanyalah fatamorgama yang menipu dan pelangi yang sesaat.

Ketiga, fakta berkata bahwa pernikahan tanpa mukadimah pacaran secara umum lebih awet dan lebih langgeng daripada pernikahan dengan mukadimah pacaran, lihat fakta kehidupan para artis dan bintang TV, hampir semuanya menikah dengan mukadimah pacaran dan hanya segelintir dari mereka yang pernikahannya langgeng sampai kakek-nenek atau sampai mati, kebanyakan dari mereka bubar di tengah jalan dengan palu pengadilan agama yang mengetok kata talak.

Di mana rahasianya? Bukan rahasia, sederhana saja. Pernikahan yang didahului pacaran, rasa cinta kedua mempelai sudah memasuki masa-masa udzur, saat-saat terbenam, karena sebelumnya sudah diumbar dan dikuras pada waktu pacaran berlangsung, maka begitu pernikahan dilangsungkan –biasanya pernikahan yang dimukadimahi pacaran, biasanya pacarannya tidak hanya sekali akan tetapi berkali-kali- rasa cinta itu tinggal koretan, sisa-sisa, ampas dan daki, maka jadinya yang begitu, pernikahan mudah goyah dan rapuh.

Hal ini berbeda dengan pernikahan yang tidak dimukadimahi pacaran, justru masa pacarannya setelah pernikahan, rasa cinta baru tumbuh dan akan berkembang pesat lagi kuat seiring dengan berjalannya waktu, sejalan dengan lahirnya pengikat-pengikat hubungan syar'i di antara keduanya, maka pernikahannya model ini relatif lebih kokoh.

Di samping itu, pelaku pernikahan yang sebelumnya sudah mengenyam nikmatnya pacaran, lebih-lebih jika pengantin yang dinikahinya ini bukan orang pertama dalam hidupnya akan tetapi yang kesekian kali, ini artinya dia sudah merasakan beberapa orang, orang semacam tanpa iman yang kokoh ini lebih berpeluang untuk selingkuh, lebih-lebih di saat dia menemukan sedikit ketidakcocokan dengan pasangannya yang sah, karena dia mempunyai pembanding, maka ada istilah CLBK, bukan cii luuk baa, tetapi cinta lama bersemi kembali, rumput tetangga lebih hijau, kebun orang lain lebih indah.

Dari sini maka Anda wahai gadis muslimah, buang jauh-jauh cara menikah ini, karena ia adalah cara yang mandul, tidak bermutu dan sudah usang. Berpeganglah kepada batas-batas syariat karena di sanalah kemuliaan dan kehormatanmu.

Setelah Anda mengetahui bahwa berpacaran adalah cara terburuk setelah kecelakaan dalam melangsungkan pernikahan, mungkin Anda bertanya, lalu adakah cara selainnya yang baik lagi syar'i dalam hal ini?


Tidak perlu khawatir dan cemas, dijamin ada. Persoalan apa dan mana di mana Islam tidak mempunyai solusi dan jalan keluarnya? Islam adalah problem solving, hanya saja persoalannya terletak pada pribadi, mau atau tidak dia menerimanya dengan lapang dada?

Cara yang baik dan selamat dalam perkara ini adalah menggunakan makelar atau calo, dan makelar terbaik adalah keluarga, khususnya bapak dan ibu. Benar, minta saja kepada keduanya untuk menyodorkan nama-nama calon pendamping Anda, lalu musyawarakan dengan mereka dan Anda tetap berhak menentukan keputusan akhir.

Begini, sebelum ini saya sudah menulis bahwa modal awal pernikahan yang membahagiakan adalah keshalihan orang yang menjalaninya termasuk Anda, jika Anda sudah memegang modal ini, tentu orang tua Anda, bapak ibu Anda diharapkan juga demikian, karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, berarti di sini telah terwujud komunitas kecil yang shalih beranggotakan Anda dan kedua orang tua Anda, atau kalau mau ditambah maka saudara-saudara Anda.

Komunitas kecil yang shalih ini sudah barang tentu memiliki net, jalinan dan ikatan sosial, biasanya dari hubungan pekerjaan atau hubungan lingkungan ketetanggaan atau hubungan pengajian, yang tentu shalih juga, karena biasanya lembu berkawan dengan lembu, ayam hidup di antara ayam. Dari jalinan dan ikatan yang shalih ini, masak sih tidak ada satu pun yang sesuai dengan standar anda?

Kalau dari bapak ibu tidak terdapat sinyal, maka manfaatkan net kakak atau adik Anda, atau bisa diperluas, manfaatkan net sahabat karib Anda, ya siapa tahu dia mempunyai seseorang yang standar dengan Anda? Kalau ada maka hal itu akan semakin menguatkan jalinan Anda dengan kawan karib tersebut.

Namun perlu diingat bahwa semua itu harus tetap dalam koridor pembolehan dari syara’, dalam rel izin agama tanpa mukadimah pacaran dan yang sepertinya.

Anda tidak dilarang untuk suka kepada seseorang dan berharap dia menjadi pendamping Anda kelak, jika hal ini terjadi dan Anda yakin bahwa di sana terdapat kebaikan, maka tahanlah diri Anda, jangan maju sendiri, alangkah baiknya jika Anda berbicara kepada bapak atau ibu, biar keduanya yang menindaklanjuti.

Khadijah binti Khuwailid mengagumi Muhammad bin Abdullah, dia melihat dan mendengar dari orang kepercayaannya tentang keluhuran perilaku dan kemuliaan tabiat yang dimiliki oleh Muhammad, maka Khadijah berhasrat menikah dengan Muhammad, diapun menyampaikan hasratnya kepada rekan karibnya dan selanjutnya rekan karib ini melobi paman-paman Muhammad yang menyambut baik hasrat Khadijah. Dua keluarga berbicara dan merapat, Muhammad dan Khadijah hanya menunggu, paman-paman Muhammad datang melamar Khadijah kepada keluarganya dan terwujudlah pernikahan.


Pernikahan paling baik mukadimahnya dan paling berbahagia, dan selama itu tidak ada orang ketiga di antara keduanya, dianugerahi anak-anak enam orang yang menghiasi dunia dengan keshalihan, dan Muhammad menikah sebagai seorang pemuda adalah pada saat dia menikah dengan Khadijah.

Inilah cara menikah yang baik lagi syar'i, membuktikan bahwa menikah dengan cara ini justru lebih melanggengkan dan membahagiakan, dan yang paling penting tidak memikul dosa kasak-kusuk pacaran. Anda berminat? Semoga. (Izzudin Karimi / alsofwah.or.id)